--> Skip to main content

follow us

Penghafal Alquran dari Solsel Dikarantina 6 Bulan Di Bandung

Penghafal Alquran dari Solsel Dikarantina 6 Bulan Di Bandung. Solok Selatan, SolokNews.com - Total Sebanyak tiga belas pelajar penghafal Alquran yang berasal dari SMP Plus Darusshaleh Solok Selatan dikarantina selama enam bulan di Kota Bandung untuk mengikuti program Tahfiz Alquran. Program ini gratis, dan merupakan kerjasama pihak sekolah dengan yayasan Abul Yatama untuk pelajar yang memiliki hafalan minimal 1-2 juzz Alquran.

Kepala SMP Plus Darusshaleh, Tuti Lestari pada Jumat 13/7/2018 menyebutkan Kerjasama karantina tahfiz ini terjadi karena Sekolah yang dipimpin memiliki program pendidikan tahfiz Alquran yang sama dengan nama program Karantina Tahfiz Al Quran.

Siswa yang berangkat itu adalah siswa pilihan dengan kelebihan dalam menghafal alquran. Sebagian diantaranya adalah siswa dhuafa. Biaya perjalanan dan biaya selama pendidikan, ditanggung sekolah dan pihak yayasan Abul Yatama. Rombongan berangkat pada Senin (9/7).

"Semua terwujud karena campur tangan Allah, karena jika dengan logika tidak akan bisa. Alhamdulillah, sekolah  kami sekolahnya para pecinta Alquran," ungkapnya.

Jika program ini berbayar, katanya, tentu kami tidak sanggup, apalagi pada umumnya yang bersekolah anak dhuafa.

"Apabila, ada orangtua siswa yang mampu dan ingin membayar tidak dipatok besaran biaya. Berapa niat saja," ucapnya.

Menurutnya, jika dikalkulasikan secara materi dengan program serupa. Minimal dalam satu bulan tiap siswa bayar sekitar Rp1 juta.

"Belum lagi, biaya ongkos naik pesawat pulang pergi. Dengan itu, tiap anak butuh biaya selama enam bulan Rp6 juta, belum termasuk biaya transportasi," tuturnya.

Selama dikarantina, para pelajar tetap dilakukan pendampingan belajar selain program hafalan alquran.

"Target, minimal bisa hafal alquran 15 juzz dan maksimal 30 juzz," imbuhnya berapi-api.

Kemudian, ditambahkan Tuti, salah satu keunikan pola pendidikan selama dikarantina, saat pertama, mempelajari disiplin, pengembangan diri dan manajemen pribadi.

"Nah, setelah karakter itu terbentuk, barulah masuk hafalan alquran," kata Tuti.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Solsel, Zulkarnaini didampingi Novrizon mengapresiasi kreativitas sekolah dalam mencetak generasi penghafal Alquran.

"Ini menjadi contoh bagi sekolah lain untuk menunjang penguatan nilai agama yang selaras dengan visi misi kepala daerah, sejahtera dan religius," katanya.

Kedepan, pihaknya bakal mencari regulasi untuk bantuan peralatan bagi para tahfiz alquran tersebut dan bisa berkelanjutan.

"Nanti, kita akan sinergikan dengan program rumah tahfiz yang ada di Solsel dalam mencetak penghafal Alquran. Dan untuk sekolah lainnya, juga dilaksanakan program ekstrakurikuler khusus bidang tahfiz disamping ekstrakurikuler kegiatan umum sesuai visi misi kepala daerah," ucapnya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar